Back to all posts

Rekursi Kebaikan

May 04, 2022
7 min read

Hari Sabtu tanggal 3 April, sekitar jam setengah enam sore, aku baru pulang dari Senayan City. Kemudian aku naik bus trans dari Bundaran Senayan ke Harmoni. Saat di halte Gelora Bung Karno, ada beberapa anak yang sepertinya baru selesai olahraga ikut menaiki bus tujuan Jakarta Kota yang kunaiki. Awalnya terlihat biasa saja. Seperti penumpang bus pada umumnya. Kemudian salah satu anak tersebut duduk di sampingku menggunakan hoodie hitam sambil menutup kepalanya dengan hood atau tudung kepala. Anak itu terlihat menunduk sepanjang perjalanan. Aku lalu memperhatikan diam-diam dan ternyata anak tersebut tidak memakai masker. Aku lantas memberikan salah satu masker simpananku di tas untuknya.

    Tidak lama kemudian, banyak penumpang baru yang masuk di halte Grand Indonesia. Beberapa waktu berselang, ada seorang pemuda di belakangku menepuk bahuku. Aish, ternyata e-moneyku terjatuh dari saku. Pemuda itu lantas memberikannya kepadaku.

    Di sisa perjalanan, aku kemudian merenung. Aha, ini namanya rekursi kebaikan. Rekursi berarti proses pengulangan pada sesuatu yang sama. Saat melakukan kebaikan, kebaikan itu justru akan kembali kepada kita. Entah itu setelahnya, atau mungkin dalam waktu yang lebih lama sekali pun. Ia pasti akan datang, walau pun waktunya tidak dapat kita tentukan.

    Dikutip dari video Pak Rhenald Kasali, "Untuk bisa mendapat gagasan baru, kita juga harus saling berbagi gagasan. Untuk membuat orang lain terbuka, kita juga harus terbuka terlebih dahulu."

    Begitu pun ketika kita ingin kebaikan-kebaikan selalu datang kepada kita, maka tetaplah berbuat baik terlebih dahulu. Dimana pun, kapan pun.

Selamat menjalankan ibadah puasa :)

Author

Written by

Emma Afifah

Share this post