Back to all posts

Investasi Ilmu

May 24, 2022
7 min read

Tulisan yang terbengkalai sebulan lebih, akhirnya hari ini aku memaksa diriku untuk menulis lagi :D

Aku masih ingat betul, selepas meeting di Sency, aku, Amir, dan Noorman, duduk sebentar di dekat MRT Senayan. Seperti biasa, kalau ngobrol sama Amir rasanya bisa bahas mulai remeh-temeh sampai bagaimana cara menaklukkan dunia, haha.

Aku yang sering terlihat tenang dan kadang sotoy, sebenarnya sering sekali merasa insecure. Terlebih untuk masalah pekerjaan. Meskipun aku sudah belajar banyak, tetapi aku masih merasa jauh tertinggal. Aku insecure saat melihat orang yang lebih pintar dari aku, lebih banyak tahu, lulusan universitas bagus, lebih banyak relasi, mengerti banyak hal, dll. 

Aku juga sering diam-diam takut. Saat meeting dengan atasan, lalu beliau menyebut istilah-istilah yang belum aku mengerti seperti GDPR, buying power, UGC, NPS, atau istilah-istilah baru yang aku baru lihat di internet seperti triumph of capitalism, freemium, freytag pyramid, dll. Aku sering diam-diam insecure dan menciut, walaupun kelihatannya tenang dan tetap memperhatikan ngangguk-ngangguk, haha.

Aku merasa belum banyak tahu, aku merasa ilmuku baru sedikit dan kadang-kadang aku juga takut ketika berdiskusi dengan banyak orang dari tempat-tempat keren. Apakah nantinya aku  yang paling tidak tahu apa-apa, ataukah aku yang masih jauh tertinggal.

Membicarakan tentang insekuritiku, Amir lantas mengatakan hal yang menurutku sangat membuatku tenang, "Em, kita tuh bekerja dan dibayar bukan hanya untuk ilmu yang sudah kita tahu, tapi termasuk untuk ilmu dan hal-hal yang kita belum tahu dan akan kita pelajari sambil bekerja. Jadi nggak pa-pa kalau kita belum tahu banyak, kan yang penting kita punya kemauan untuk belajar dan terus pengen tahu ilmu-ilmu baru."

Selepas ngobrol panjang hampir 2 jam, aku masih merenungkan perkataan Amir. Iya juga ya, saat orang menganggap aku tahu banyak, justru aku merasa diriku sendiri belum tahu banyak. Namun, aku suka belajar, aku bisa menghabiskan berjam-jam untuk mencari tahu hal-hal baru dan hal-hal yang aku belum tahu. Aku juga suka kalau aku tidak tahu, karena aku bisa mencari tahu dan mendapat hal baru. Aku menyukainya dan itu ternyata menyenangkan. Lantas kenapa aku merasa insecure?

Mengutip dari perkataan Dr. Indrawan di salah satu video di kanal Youtubenya, "Siapa yang memulai duluan, maka dialah yang belajar duluan. Siapa yang menguasai ilmu kunci industri duluan, maka dialah yang memenangkan persaingan."

Aku semakin belajar, aku bukannya tidak tahu, hanya saja aku belum tahu, dan orang lain sudah mempelajari duluan. It's okay to start late, late is better than never. 

Saat insekuritiku muncul kembali, aku selalu mengingat-ingat apa yang dikatakan Amir. 

Mengutip dari salah satu video di kanal Satu Persen :

Pendidikan itu harus kontinu, konvergen, dan konsentris.

 

  • Kontinu : apa yang dicapai hari ini adalah hasil dari yang dipelajari dari dulu. Tetaplah terus menerus jadi lebih baik.
  • Konvergen : ilmu harus berasal dari berbagai sumber.
  • Konsentris : ilmu harus disesuaikan dengan konteks diri.
Aku belajar lagi, entah tahu lebih dulu, atau belakangan, yang terpenting adalah kita harus senantiasa menjadi pribadi yang mau terus belajar setiap harinya dan selalu mau mengejar ketertinggalan. Semoga aku dan kamu menjadi pribadi yang terus menerus menjadi lebih baik :)

 

 

Author

Written by

Emma Afifah

Share this post